Perumda Tirta Jungporo Rampungkan 261 Aduan Pelanggan Selama September 2026

Share

JEPARA – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Jungporo mencatat telah menyelesaikan 261 dari total 285 aduan masyarakat yang masuk sepanjang periode 1 hingga 24 September 2026.

Kepala Bagian Hubungan Langganan (Kabag Hublang) Perumda Tirta Jungporo, Inne Dwi Suryani menyatakan, sisa 24 aduan yang belum tuntas masih dalam penanganan intensif oleh tim teknis di lapangan.

Adapun apabila mengukur dari tingkat penyelesaian laporan tersebut mencapai 91,5 persen di tengah tantangan puncak musim kemarau.

“Mayoritas laporan yang masih diproses membutuhkan penanganan teknis lanjutan, mulai dari verifikasi data lokasi dan foto kondisi riil dari pelanggan, pengecekan fisik meteran, hingga antrean penggantian water meter,” papar Inne, Sabtu (26/9/2026).

Inne menjelaskan, gangguan distribusi air menjadi isu dominan yang dikeluhkan masyarakat. Penurunan debit air baku akibat puncak kemarau berimbas pada mengecilnya tekanan jaringan, sehingga aliran air di beberapa wilayah terdampak hanya mengalir optimal pada malam hari.

Selain faktor cuaca, serangkaian kendala operasional dan gangguan eksternal turut memperlambat suplai air ke rumah warga.

“Di lapangan, petugas menemukan sejumlah masalah teknis, seperti pompa sumur terbakar di Krasak Margoyoso, gangguan tegangan listrik PLN, hingga kasus pencurian kabel di sumur DW 20 Kecapi. Kebocoran pipa akibat galian proyek dan alat berat juga menambah beban perbaikan,” jelas Inne.

Lebih lanjut, mengenai saluran pelaporan dan informasi, Inne mengungkapkan, layanan digital paling banyak dimanfaatkan oleh pelanggan.

WhatsApp Tim Reaksi Cepat (TRC) menerima aduan terbanyak dengan 104 laporan, disusul kanal media sosial sebanyak 70 laporan, dan kedatangan langsung warga ke kantor pelayanan sebanyak 62 laporan.

Sementara itu, untuk penanganan aduan harian pada Jumat (25/9/2026), masuk sebanyak 12 laporan baru. Update saat ini, 10 laporan di antaranya langsung diselesaikan pada hari yang sama.

“Tindak lanjut pada 25 September fokus pada normalisasi jaringan pasca pemasangan gate valve di Sumur DW 01, evaluasi pemerataan aliran untuk kawasan Bawu, Mindahan, dan Kuwasen, serta penanganan kebocoran pipa di Bulungan,” pungkasnya.

Ags