JEPARA -Setahun kepemimpinan Lukman Hakim di Perumda Air Minum Tirta Jungporo sejak Oktober 2025, menjadi momentum dalam membenahi pelayanan sekaligus memperkuat kinerja perusahaan.
Sebelum melaksanakannya di PDAM Jepara, ia menempatkan kritik masyarakat sebagai bahan evaluasi, sedangkan peningkatan kualitas layanan menjadi tolok ukur utama perubahan.

Bagi Lukman, kritik masyarakat bukan sesuatu yang harus dihindari. Sebaliknya, masukan pelanggan menjadi pengingat, bahwa perusahaan daerah harus terus berbenah dan menghadirkan perubahan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
“Sebagus apa pun visi, jika kita tidak bisa menerjemahkan, maka visi akan berakhir di pigura. Termasuk menerima kritik, ini yang selama setahun terakhir saya lakukan,” papar Lukman Hakim, Jumat (16/10/2026).
Komitmen tersebut dihadapkan pada sejumlah pekerjaan rumah, mulai dari keterbatasan air baku, kebocoran jaringan, tunggakan pelanggan, hingga kondisi keuangan perusahaan yang masih perlu diperkuat.
Salah satu upaya yang dilakukan ialah penagihan tunggakan. Dari total Rp 7,6 miliar per 31 Desember 2025, sebanyak Rp 5,3 miliar berhasil ditagih hingga 3 Juni 2026. Capaian itu berasal dari 3.519 pelanggan, dari total 53.383 pelanggan yang tercatat.
Kemudian, dari sisi infrastruktur, Perumda Tirta Jungporo menyiapkan pembangunan tujuh sumur baru untuk mendukung peningkatan pasokan air.
“Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan pelanggan,” jelas dia.
Lukman juga menekankan prinsip 4K sebagai fondasi pelayanan, yakni kualitas, kuantitas, kontinuitas, dan keterjangkauan. Artinya, pelayanan tidak cukup hanya menghadirkan air, tetapi juga memastikan mutu, kecukupan pasokan, kelancaran distribusi, dan biaya yang terjangkau.
Tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh upaya tersebut berjalan beriringan dengan pembenahan keuangan, penurunan kehilangan air, serta peningkatan efisiensi perusahaan.
“Pelayanan adalah jawaban. Sebagai direktur, kita harus menjadi pionir. Hari ini harus lebih baik dari tahun kemarin,” pungkas dia.



