
JEPARA — Perumda Air Minum (Perumda) Tirta Jungporo terus menunjukkan keseriusan dalam melakukan pembenahan, khususnya dalam penguatan ketersediaan air baku bagi pelanggan di Kabupaten Jepara. Hingga Agustus 2026, tercatat enam sumur air baku telah berhasil direalisasikan, sementara satu sumur lainnya masih dalam proses penyelesaian.
Direktur Utama Perumda Tirta Jungporo, Lukman Hakim, menyampaikan bahwa penguatan ketersediaan air baku menjadi salah satu prioritas perusahaan dalam menjalankan fungsinya sebagai penyedia layanan air minum daerah.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menjawab kebutuhan layanan air bersih yang terus meningkat seiring bertambahnya jumlah sambungan rumah di berbagai wilayah.
“Saat ini enam sumur sudah terealisasi. Lima di antaranya merupakan hasil pembangunan sumur baru, sementara satu lainnya berstatus sumur sewa,” ujar Lukman Hakim, Selasa (11/8/2026).
Lukman Hakim menjelaskan, kelima sumur baru tersebut meliputi Sumur Bulungan 1 yang melayani pelanggan di Desa Wonorejo, Kedung Cino, Kuwasen, dan Bandengan, serta Sumur Blimbingrejo yang dibangun sebagai pengganti sumur sewa yang telah berakhir masa sewanya, sehingga lahannya dapat kembali dimanfaatkan oleh kelompok tani setempat.
Selain itu, Perumda Tirta Jungporo juga membangun Sumur Bulungan 2 yang diperuntukkan bagi pelanggan di Desa Bulungan dan Desa Lebak, serta Sumur Bapangan yang menyuplai kebutuhan air bersih di Kelurahan Bapangan, Saripan, Pengkol, dan Panggang. Adapun Sumur Krapyak 1 dibangun guna memperkuat layanan di Desa Krapyak, Kelurahan Demaan, Kauman, dan Jobokuto.
Sementara itu, satu sumur lainnya, yakni Sumur Krapyak 2, berstatus sumur sewa yang difungsikan untuk menambah kapasitas layanan di kawasan Krapyak seiring pertumbuhan permukiman di wilayah tersebut.
Di akhir keterangannya, Lukman Hakim menyampaikan harapan agar pembangunan sumur di Desa Sowan Lor dapat segera rampung. Ia menuturkan, pihak perusahaan telah menjalin kerja sama dengan pihak terkait untuk merealisasikan sumur tersebut, yang menjadi proyek pembangunan sumur terakhir pada tahun 2026.


