
Perumda Air Minum (Perumda) Tirta Jungporo Kabupaten Jepara menyampaikan penjelasan resmi terkait krisis air bersih yang tengah dialami warga Desa Kedungmalang, Kecamatan Kedung. Direktur Utama Perumda Tirta Jungporo, Lukman Hakim, menjelaskan bahwa persoalan ini bermula dari menyusutnya debit air di penampungan milik PDAM yang berlokasi di Desa Gerdu.
Beliau menyampaikan, selama ini kebutuhan air bersih warga Kedungmalang dipasok dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gerdu, yang mengandalkan tiga sumber utama, yaitu sumur di Desa Kalipucang, sumur di Desa Purwogondo, dan aliran Sungai Wulan II yang melewati Bendungan Bongpes.
Persoalan muncul setelah karet Bendungan Bongpes mengalami kerusakan sehingga pasokan dari sungai tersebut terhenti total. Praktis, PDAM saat ini hanya dapat mengandalkan dua sumur, yakni Kalipucang dan Purwogondo, dengan total produksi sekitar 22 liter per detik. Kondisi ini disampaikan Direktur Utama Lukman Hakim pada Selasa, 23 Juni 2026.
Lebih lanjut, beliau menerangkan bahwa penampungan Gerdu tidak hanya menopang Desa Kedungmalang, tetapi juga menjadi sumber air bagi 2.638 pelanggan yang tersebar di lima desa, yaitu Gerdu, Karangaji, Kedungmalang, Ujungpandan, dan Kaliombo. Khusus di Desa Kedungmalang, jumlah sambungan rumah yang terdaftar mencapai 720 unit.
Secara teknis, Direktur Utama Lukman Hakim menjelaskan bahwa satu liter air per detik idealnya mampu melayani sekitar 80 pelanggan. Dengan produksi yang saat ini hanya mencapai 22 liter per detik, PDAM hanya sanggup melayani sekitar 1.760 pelanggan dari total kebutuhan. Artinya, masih terdapat kekurangan pasokan untuk sekitar 878 pelanggan, atau setara dengan defisit produksi sebesar 10,9 liter per detik.
Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, PDAM menerapkan skema distribusi bergilir setiap hari ke wilayah-wilayah terdampak. Beliau menegaskan bahwa aliran air sebenarnya tidak pernah berhenti sepenuhnya, hanya diatur secara bergantian agar seluruh pelanggan tetap mendapatkan pasokan.
Selain distribusi bergilir, sejak akhir Mei 2026 PDAM juga secara rutin mengirimkan bantuan air bersih melalui truk tangki ke wilayah terdampak. Setiap hari, pengiriman dilakukan sebanyak 10 hingga 14 kali dengan kapasitas sekitar 4.000 liter per pengiriman, mengikuti permintaan dari pemerintah desa setempat.
Sebagai solusi jangka panjang, Perumda Tirta Jungporo telah menyiapkan rencana pembangunan sumur baru di Desa Sowan yang mulai dikerjakan pada Juli 2026. Proyek ini ditargetkan tuntas pada akhir Agustus hingga September 2026, dan diharapkan dapat menjadi solusi permanen atas persoalan kelangkaan air di Kedungmalang.
Di luar penanganan krisis air, Direktur Utama Lukman Hakim menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2026 Perumda Tirta Jungporo juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan pelanggan, khususnya di wilayah Kota Jepara dan Kedungmalang, serta menuntaskan persoalan tunggakan pelanggan yang masih menjadi perhatian bersama.
Tim Editor



